BLOG FOTO PALEMBANG

MANFAAT MENGGUNAKAN TRIPOD KAMERA DLSR

Tripod atau penyangga sebuah kamera adalah hal yang sering dipergunakan dalam dunia fotografi professional. Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan tersendiri bagi sebagian besar orang terutama bagi para fotografer pemula. Kebanyakan dari mereka akan menanyakan kenapa harus menggunakan tripod untuk mengambil sebuah foto dan apa sebenarnya manfaat sebuah tripod itu sendiri.

Banyak orang yang enggan menggunakan tripod karena dinilai terlalu merepotkan. Belum lagi fakta bahwa kamera di masa sekarang sudah memiliki ISO tinggi yang memberi kecepatan shutter yang cepat dan juga adanya fitur image stabilizer yang dapat meredam getaran tangan sang fotografer itu sendiri. Dibalik semua kemajuan tekhnologi dan fitur-fitur modern yang dapat ditemukan pada sebuah kamera, guncangan akan tetap terjadi walaupun secara sekilas terlihat bahwa hasil foto yang diambil sudah cukup baik. Efek dari goncangan kamera dapat dilihat lebih jelas saat foto tersebut diperbesar atau dilihat lebih teliti.
Sebuah tripod akan memberikan manfaat pada seorang fotografer yaitu:

  • Mengurangi adanya guncangan kamera dan memberikan gambar yang jauh lebih halus.
  • Memudahkan sang fotografer dalam menggunakan shutter rendah
  • Memberikan fotografer rentang pemilihan aperture yang lebih luas

Dalam beberapa kondisi pemotretan, sebuah tripod mutlak diperlukan, contohnya saja dalam kondisi pemotretan yang disebutkan dibawah ini:

  • Fotografi menggunakan slow shutter speed. Pada kondisi pemotretan dengan menggunakan slow shutter speed (dibawah ¼ detik), sebuah tripod mutlak diperlukan karena fitur-fitur yang ada sperti image stabilizer tidak akan bisa meredam guncangan tangan
  • Fotografi dengan menggunakan self timer. Sering kali seorang fotografer ingin masuk ke dalam object foto yang mereka ambil dan mereka menggunakan mode self time. Hal ini tentunya tidka kan bisa tercapai tanpa bantuan sebuah tripod
  • Fotografi dengan menggunakan filter ND. Filter ND adalah jenis fitler yang sering digunakan untuk pemotretan landscape. Filter ini akan mengurangi jumlah cahaya yang masuk kedalam kamera sehingga sang fotografer bisa menggunakan shutter lambat untuk mendapatkan efek motion blur. Penggunaan shutter lambat memerlukan sebuah tripod unutk mendapatkan hasil terbaik seprti yang sudah disebutkan pada prinsip sebelumnya
  • Fotografi dengan menggunakan lensa tele. Lensa tele merupakan lensa yang sangat cocok untuk memotret objek di kejauhan karena memiliki jarak fokal yang panjang. Semakin panjang jarak fokal yang dipakai, resiko getaran tangan akan semakin tinggi dan saat inilah sebuah tripod menjadi mutlak diperlukan untuk mencegah terjadinya blur.

Berhati-hatilah dalam membeli tripod, karena tidak semua tripod cocok dengan kamera anda. Jenis kamera DSLR dengan lensa tele membutuhkan tripod yang baik dan cukup kuat untuk menyangga kamera sehingga tidak gampang jatuh. Sedangkan jenis kamera saku biasanya cocok dipasang pada semua jenis tripod.

PENGERTIAN APERTURE DAN DEPTH OF FIELD

Dalam Dunia Photography banyak istilah yang harus kita kenal, hal ini tentunya berfungsi memahami fungsi dan kegunaan yang pada akhirnya memperngaruhi hasil jepretan kita.

ada 2 hal istilah yang sepertinya harus kita pahami seperti Aperture dan Depth of Field.
Berikut Pengertiannya :

Pengertian Aperture
Definisi aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto.

Saat kita memencet tombol shutter, lubang di depan sensor kamera kita akan membuka, nah setting aperture-lah yang menentukan seberapa besar lubang ini terbuka. Semakin besar lubang terbuka, makin banyak jumlah cahaya yang akan masuk terbaca oleh sensor.

Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Sering kita membaca istilah bukaan/aperture 5.6, dalam bahasa fotografi yang lebih resmi bisa dinyatakan sebagai f/5.6. Seperti diungkap diatas, fungsi utama aperture adalah sebagai pengendali seberapa besar lubang didepan sensor terbuka. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka.

apertureJadi dalam kenyataannya, setting aperture f/2.8 berarti bukaan yang jauh lebih besar dibandingkaan setting f/22 misalnya (anda akan sering menemukan istilah fully open jika mendengar obrolan fotografer). Jadi bukaan lebar berarti makin kecil angka f-nya dan bukaan sempit berarti makin besar angka f-nya.

Pengertian Depth of Field
Depth of field – DOF, adalah ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. Depth of Field (DOF) yang lebar berarti sebagian besar obyek foto (dari obyek terdekat dari kamera sampai obyek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus. Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian obyek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur/ tidak fokus.

PICT0235_mdUntuk mendapatkan DOF yang lebar gunakan setting aperture yang kecil, misalkan f-22 (makin kecil aperture makin luas jarak fokus) – lihat contoh foto diatas. Sementara untuk mendapat DOF yang sempit, gunakan aperture sebesar mungkin, misal f/2.8 – lihat contoh foto dibawah.

PICT0236_mdKonsep Depth of Field ini akan banyak berguna terutama dalam fotografi portrait dan fotografi makro, namun sebenarnya semua spesialisasi akan membutuhkannya.

APA ITU KAMERA LOMOGRAFI ?

Kamera Lomo atau Lomografi adalah sebuah bagian dari fotografi analog yang menggunakan kamera khusus yang disebut dengan kamera LOMO. LOMO sendiri merupakan singkatan dari Leningradskoye Optiko-Mechanichesckoye Obyedinenie (Penggabungan Mekanis Optik Leningrad). Nama tersebut merupakan sebuah pabrik lensa yang berada di St. Petersburg, Rusia. Pabrik tersebut memproduksi lensa untuk alat-alat kesehatan seperti lensa mikroskop, alat-alat persenjataan, dan lensa kamera. Di Austria, pabrik tersebut menjadi inspirasi bagi sebuah merek dagang komersil untuk produk-produk yang berkaitan dengan fotografi. Merek dagang tersebut bernama Lomographische AG. Kamera lomografi masih menggunakan film gulung sehingga disebut sebagai fotografi analog sedangkan fotografi modern sudah menggunakan teknologi digital dalam pengambilan gambar maupun pengolahannya. Orang-orang yang menyukai lomografi dan yang suka mengambil foto menggunakan kamera LOMO disebut sebagai “lomografer”.

Sejarah
Awal mula lomografi dimulai ketika seseorang yang bernama Michail Panfilowitsch Panfiloff meneliti sebuah kamera yang diperolehnya. Michail merupakan salah satu tokoh terpenting dalam LOMO Russian Arms and Optical yaitu pabrik senjata dan alat-alat optik Uni Soviet.

Kamera yang menarik perhatiannya itu didapatkannya dari Jenderal Igor Petrowitsch Kornitzky yaitu orang kepercayaan Menteri Pertahanan dan Industri Uni Soviet. Kamera tersebut adalah Cosina CX-1 yang berasal dari Jepang. Dari hasil penelitian yang dilakukan tahun 1982 tersebut, mereka akhirnya menyepakati untuk meniru dan mengembangkan desain kamera tersebut untuk kemudian diproduksi bagi warga Uni Soviet. Tiruan kamera Jepang itu pun mereka namakan Lomo Kompakt Automat yang juga dikenal dengan nama Lomo LC-A. Cita-cita mereka untuk memproduksi kamera tersebut dalam kuantitas yang besar baru tercapai dua tahun kemudian. Pada awal produksi sebanyak 1100 unit kamera dibuat setiap bulannya hanya untuk pasar di Uni Soviet. Tak lama kemudian, kamera ini sudah diekspor ke negara-negara komunis lain seperti Ukraina, Polandia, Ceko dan Kuba.

Namun, produksi kamera tersebut berangsur-angsur lemah hingga ditemukan kembali pada 1991 oleh dua orang mahasiswa di Wina, Austria yaitu Matthias Fiegl dan Wolfgang Stranzinger. Mereka kemudian menggunakan kamera tersebut untuk mengambil gambar di kota Praha dengan cara yang tidak umum. Mereka mencoba untuk mengambil gambar sebanyak-banyaknya dari posisi yang tidak biasa seperti dari pinggul dan melewati kaki. Selain itu, mereka juga memproduksi kamera yang mereka gunakan dan menjualnya dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan kamera lainnya. Lomografi kemudian mulai berkembang dengan pesat setelah kedua mahasiswa tersebut gencar mempromosikan lomografi kepada teman, kerabat, keluarga bahkan orang yang tidak mereka kenal.Sebuah klub pencinta lomografi pun dibentukdi Wina dan diberi nama Lomographische Gesellschaft atau “Komunitas Lomografi”. Melalui komunitas inilah kemudian berbagai pameran lomografi berhasil dilaksanakan di kota-kota besar seperti St. Petersburg, Wina, Moskow, New York, Berlin, Havana, Zurich, Cologne, Madrid, Kairo dan Tokyo.

Karena sedikitnya persediaan kamera Lomo saat itu, maka Fiegl dan Stranzinger mengunjungi pabrik LOMO di St. Petersburg. Mereka kemudian berhasil meyakinkan kepala pabrik dan wakil walikota St. Petersburg waktu itu yaitu Vladimir Putin untuk memproduksi kembali kamera Lomo LC-A dalam jumlah yang besar.

KELEBIHAN LENSA FIX

Seberapa tahu Anda tentang berbagai jenis lensa DSLR? Ada lensa kit (standard zoom), telephoto, makro, super zoom (sapu jagat), maupun lensa wide angle. Yang terpopuler tentunya adalah lensa kit atau standard zoom, karena biasanya sudah merupakan satu paket pembelian kamera. Namun sudah tahukah Anda tentang lensa Prime dan kelebihan lensa Fix ini?

Sebelum lebih jauh membahas mengenai fungsi dan kelebihan lensa Fix atau Prime, Anda harus tahu dahulu apa itu lensa Prime. Ada banyak sebutan untuk perangkat DSLR jenis ini, lensa Prime kadang disebut lensa Fix, lensa tetap yang dalam bahasa Inggris disebut Prime lens. Dari namanya saja sudah jelas, lensa tetap artinya sama saja dengan lensa dengan panjang fokus tunggal. Beberapa orang awam mungkin akan menganggap untuk apa lensa Prime yang tidak bisa zoom itu? Kamera handphone saja bisa melakukan zooming, kenapa lensa Prime dibuat tidak dapat melakukan perbesaran?

Tunggu dulu, pabrik tidak akan membuat lensa Prime yang tetap ini jika tidak memiliki keunggulan dan fungsinya. Perlu Anda ketahui bahwa lensa Prime diklaim memiliki nilai lebih untuk ketajaman hasil gambar. Didukung dengan ukuran yang cukup kecil, lensa Prime ini mempunyai bobot sangat ringan dibandingkan lensa jenis lain serta harga yang lebih murah jika dibandingkan dengan lensa zoom pada kualitas dan fitur yang sama.

Lensa Prime yang tetap ini juga dibedakan dengan ukurannya masing-masing, di antaranya adalah 24, 35, 50, dan 85mm. Agaknya ukuran 50mm adalah ukuran lensa Prime yang paling banyak digunakan. Sebagai tambahan lagi, istilah Prime dalam bahasa Inggris untuk konteks pengertian lensa saat ini telah digunakan sebagai lawan kata zoom. Lalu apa saja kelebihan dan fungsi lensa Prime ini

Kecepatan lensa
Kecepatan adalah salah satu kelebihan utama dari lensa Prime. Salah satu contohnya pada lensa Prime ukuran 50mm ternyata mempunyai aperture maksimal yang bisa memungkinkan Anda memotret pada kondisi cahaya yang minim. Anda bisa mengatur bukaan maksimal hingga f/1.8 atau f/1.4 sehingga Anda dapat memotret di kondisi remang pada saat lensa jenis lain sudah tidak mampu. Sebagai tambahan, sebuah lensa Prime sangat handal untuk dipakai pada pemotretan low light photography serta dengan menimbulkan efek blur pada kedalaman  ruang (DOF) yang cukup rendah.

Ukuran tetap yang berguna
Keterbatasan lensa Prime yang tidak mampu melakukan zooming sebenarnya tidak menjadi penghalang untuk mencapai hasil gambar bagus. Karena ketetapan inilah, Anda bisa mengubah framing sebuah obyek foto dengan berpindah posisi atau menggerakkan badan dan kaki. Hal ini sebenarnya membantu Anda dalam membangun komposisi dan pemahaman tabiat terhadap lensa.

Kualitas komponen optik yang mumpuni
Salah satu kelebihan utama lain dari lensa Prime yakni susunan optik didalamnya yang relatif lebih sederhana dibanding lensa jenis lain. Sebagai contoh, lensa Prime ukuran 50mm dengan harga murah sekalipun dapat memberi kualitas foto yang cukup tajam, bahkan bebas Chromatic Aberration.

Bagus untuk fotografi makro
Jika sudah mempunyai lensa Prime, untuk memotret fotografi makro tampaknya Anda tidak perlu lagi membeli lensa khusus makro. Cukup padukan lensa Prime dengan tambahan extension tube atau dengan reverse ring maka lensa murah ini sudah mampu bersaing dengan lensa makro khusus yang harganya mahal sekalipun. Ketajaman dan fokusnya dijamin sangat mumpuni.

Pembuatan foto bokeh
Semua lensa tampaknya bisa membuat foto bokeh atau dengan kedalaman ruang sempit. Namun tampaknya lensa Prime memiliki hal lebih dalam pemotretan bokeh, dan inilah salah satu kelebihan lensa Prime. Dengan aperture maksimal yang besar sehingga kualitas bokeh akan makin bagus pula.

Kecil, ringan dan mudah dibawa
Lensa Prime umumnya berukuran lebih kecil dibanding lensa kit standard zoom. Inilah yang membuat beberapa orang menyukai lensa ini, Anda bisa dengan santai membawa peralatan forografi tanpa harus membawa beban berat jika menggunakan Prime.

Harga yang murah
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, lensa Prime banyak dijual dengan harga yang relatif cukup murah. Salah satu contohnya Anda bisa membeli lensa Prime ukuran 50mm f/1.8 untuk Nikon maupun Canon hanya dengan harga sekitar Rp 1 jutaan. Bandingkan dengan lensa lain dengan kualitas sama namun harganya bisa mencapai Rp 3 jutaan untuk yang termurah. Dengan kelebihan lensa Fix ini, biasanya banyak digunakan oleh kalangan professional, namun bukan berarti tidak untuk pemula, Anda bisa mencobanya.

SPESIFIKASI KAMERA CANON EOS 5D MARK III

Canon EOS memiliki sejarah panjang yang pertama kali lahir pada tahun 1987 dengan tipe paling awal adalah 650D yang merupakan cikal bakal Canon EOS dengan semua fitur Elektronik, alias Digital, dan fitur auto. 25 tahun setelah rilis canon EOS 650D munculah kamera Canon EOS 5D III kamera yang menjadi impian dan dambaan para fotografer kelas Atas, yang mana biasanya kalau masih pemula belum tahu persis apa sih keunggulan serta memanfaatkan fitur fiturnya, jika anda masih pemula tentu banyak fitur yang akan mubathir karena anda belum tentu mampu mengunakannya, tetapi jika minimal Menegah keatas anada pasti akan mengeksplor kamera tercanggih Canon saat ini. Ada beberapa fotografer yang mengidam-idamkan canon 5D Mark III ini bahkan katanya canon EOS 5D Mark II saja belum habis diexsplore apalagi EOS 5Dmark III katanya seumur hidup ngak bakalan habis untuk mengexsplor kecanggihan yang akan anda dapatkan pada kamera Canon EOS 5D Mark III ini. penasaran bukan apa saja keungulan kamera ini simak sedikit ulasan dan reviewnya dibawah ini 

Spesifikasi Canon EOS 5D Mark III | Review dan Harga, Canon EOS 5D pertama kali yang dirilis adalah tahun 2005 yaitu EOS 5D yang dulu merupakan kamera paling murah dengan fitur full frame pertama kali. namun saat ini untuk kamera dslr dengan fitur full frame termurah dipegang oleh canon EOS 6D. Sebenarnya secara body Kamera EOS 5D Mark III ini sesuai dengan desai EOS 7D, dengan memberikan kualitas gambar yang luar biasa, berkat Canon CMOS Sensor 22.3  megapixel full-frame, high-performance DIGIC 5 + Imaging Processor, 61-point Sistem High Density Reticular Autofocus (AF) dan kecepatan shotting continuous hingga 6 frame-per-second (fps). Kehebatanya adalah dengan sistem 61-point AF dan 63-zona metering memberikan kecepatan yang lebih besar, fleksibilitas dan akurasi. 

Pengembangan Terbaru Canon CMOS Sensor
Dengan 22,3 megapixel full-frame Canon CMOS image sensor terbaru, EOS 5D Mark III menjadi Canon Digital SLR yang memiliki resolusi tertinggi sampai saat ini. Ini sangat cocok untuk berbagai tugas termasuk fotografi pernikahan dan potret, alam dan satwa liar, perjalanan dan landscape serta fotografi komersial dan industri. Dengan desain gapless mikrolensa, struktur dioda baru dan on-chip dengan peningkatan pengurangan kebisingan, sensor baru mencapai sensitivitas yang lebih tinggi dan tingkat kebisingan yang lebih rendah baik untuk data gambar RAW serta dalam kamera JPEG dan Film EOS dibandingkan dengan 5D Mark II. Hasilnya adalah kualitas gambar yang luar biasa di segala kondisi pengambilan gambar, bahkan pada pencahayaan rendah. Sebuah readout dengan delapan-channel menggandakan kecepatan throughput data gambar dari sensor ke prosesor DIGIC 5 +, menghasilkan kualitas gambar video yang lebih baik serta enam fps untuk foto diam.
Kemampuan pada cahaya rendah dari EOS 5D Mark III ini terbukti dalam jangkauan ISO yang luar biasa dan kualitas gambar dalam kondisi pencahayaan yang buruk. Adjustable dari ISO 100 hingga 25.600 dalam jangkauan standar, model baru juga menawarkan ISO rendah 50 pengaturan untuk fotografi studio dan landscape dan dua pengaturan ISO dari 51.200 dan 102.400, cocok untuk penegak hukum, pemerintah atau aplikasi lapangan forensik.
5D Mark III juga dilengkapi dengan Canon EOS Integrated Cleaning System, yang dapat membantu sensor untuk membersihkan secara sendiri dengan lapisan fluor untuk mengurangi partikel debu dan kotoran.
Canon DIGIC Eksklusif 5 + Imaging Processor
Fitur EOS 5D Mark III terbaru baru yaitu DIGIC 5 + Imaging Processor adalah 17 kali lebih cepat dari DIGIC 4. EOS 5D Mark III menggunakan kecepatan ekstra tidak hanya untuk kualitas gambar yang baik, tetapi juga untuk menambahkan sembilan fitur baru yang tidak ada pada 5D Mark II. Fitur-fitur baru termasuk enam fps continuous shooting, HDR dan mode Multiple Exposure, build-in camera RAW processing, fungsi pemutaran komparatif, mode Jenis Intelligent Auto, dua bentuk kompresi film, dan dukungan untuk kecepatan tinggi UDMA 7 Compact Flash Memory.
 

Rear View of the 5D Mark III
Fitur lain yang sangat berharga dari  DIGIC 5 + Imaging Processor adalah EOS 5D Mark III pilihan untuk resolusi kecil M-RAW (10,5 megapixel) dan mode rekaman S-RAW (5,5 megapiksel). Pengaturan ini sangat berguna untuk fotografer pernikahan pada foto candid yang tidak memerlukan resolusi penuh,. M-RAW dan S-RAW juga mempertahankan gambar penuh bukan cropping gambar atau beralih ke JPEG mode untuk mengurangi resolusi.
High-Performance 61-Point High Density Reticular AF
Untuk fotografer still, Canon telah memasukkan 61-Point High Density Reticular AF, awalnya diperkenalkan pada kamera top-of-the-line EOS-1D X profesional. Sebuah kemajuan yang signifikan pada sistem AF seri 5D, 61-Point High Density Reticular AF termasuk dalam EOS 5D Mark III adalah SLR AF system tercanggih yang belum pernah dirilis Canon sebelumnya. 61 poin tersebut secara manual dipilih dan sensitif terhadap kontras horizontal dengan aperture maksimum lebih besar dari atau sama dengan f/5.6.

21-point fokus di daerah pusat juga presisi standar cross-type dan efektif dengan aaperture maksimum lebih besar dari atau sama dengan f/5.6. 5-point pada pusat adalah ultra-presisi tinggi diagonal cross-type point untuk aperture maksimum lebih besar dari atau sama dengan f/2.8. 20-point pada fokus luar berfungsi sebagai presisi tinggi cross-type point dengan aperture maksimum lebih besar dari atau sama dengan f/4.0. Inovasi lain dari 61-Point High Density Reticular AF termasuk memperluas cakupan area AF, presisi fokus superior dan sensitivitas cahaya rendah untuk EV -2, dankemampuan mendeteksi low-contrast yang lebih dari sebelumnya. (Lihat gambar di bawah ini untuk konfigurasi titik AF)

AF point Konfigurasi
Semua fungsi AF sekarang memiliki tab menu mereka sendiri untuk akses cepat dan mudah (sebelumnya AF fungsi kustom dalam model EOS sebelumnya). Alat Konfigurasi AF yang baru memungkinkan untuk pengaturan sensitivitas pelacakan yang disesuaikan, percepatan dan perlambatan pelacakan subjek, dan perpindahan titik AF secara otomatis, yang semuanya dengan mudah diakses dan diatur melalui tab menu AF baru. Sebuah Panduan Fitur built-in yang akan menyarankan fotografer pada pengaturan untuk menggunakan sesuai dengan subjek.
EOS 5D Mark III menggunakan performa tinggi yang sama AI Servo III AF tracking algoritma sebagai flagship EOS-1D X profesional DSLR. Fitur baru ini bekerja sama dengan 61-Point High Density Reticular AF untuk memberikan kinerja pelacakan yang luar biasa sehingga menjadikannya perpaduan yang sangat baik dengan kemampuan 6 frame-per-second high-speed continuous.
Serupa dengan pilihan pilihan titik AF yang ditawarkan pada model kamera EOS 7D dan EOS-1D X, EOS 5D Mark III menawarkan pilihan enam mode titik AF: Spot, Single Point, Single Point with surrounding four points, Single Point with surrounding eight points, Zone selection dan Automatic AF point selection
iFCL Metering
Pelengkap sistem 61-point AF pada kamera EOS 5D Mark III adalah Canon 63-zona iFCL dual layer metering system. ‘FCL’ kepanjangan dari Focus, Color and Luminance (Warna, Fokus dan Luminance), faktanya bahwa sistem referensi metering tidak hanya mengukur data warna dan pencahayaan, tetapi juga menganalisis data yang diberikan oleh setiap titik dari sistem AF. Metering iFCL Canon menjaga tingkat paparan stabil dari tembakan satu ke tembakan selanjutnya, bahkan sebagai perubah sumber cahaya. Informasi autofocus pada kamera ini juga digunakan untuk membantu menentukan daerah mana dari adegan penting terbesar dalam menentukan eksposur.

HDR mode
Fitur kamera EOS 5D Mark III lainnya adalah mode HDR built-in, penggabungan tiga gambar dengan  berbagai tingkat eksposur ke dalam satu gambar, dalam kamera, untuk foto-foto menakjubkan dari landscape dan arsitektur dengan gradasi tonal yang ditingkatkan di luar jangkauan mata telanjang. Tingkat pemaparan dalam mode kamera HDR dapat diatur untuk mencakup jarak hingga N3 stop, dalam pilihan lima pengaturan: Natural, Art Standard, Art Vivid, Art Bold and Art Embossed memberikan efek visual yang unik. Sumber gambar individu dapat disimpan sebagai file terpisah, dan model HDR memiliki fungsi keselarasan opsional otomatis yang dapat berguna untuk  menjaga pemotretan. Fungsi standard Auto Exposure Bracketing pada EOS 5D Mark III pun telah ditingkatkan untuk memungkinkan hingga tujuh eksposur per urutan, dan kompensasi eksposur sekarang dapat ditetapkan sampai + / – 5EV.

Multiple Exposure mode
EOS 5D Mark III adalah EOS Digital SLR kedua setelah EOS-1D X untuk menampilkan kemampuan Multiple Exposure dengan kemampuan untuk menggabungkan hingga sembilan foto secara terpisah menjadi gambar komposit tunggal, dtanpa perlu pos-pengolahan di komputer. Empat metode composite yang berbeda yang disediakan untuk kontrol kreatif maksimum, termasuk Additive, Average, Bright and Dark. Hasil compositing dapat dilihat secara real time pada kamera monitor LCD, dan ada perintah Undo yang memungkinkan fotografer untuk mengulang gambar dan mencoba lagi jika diinginkan. Modus Multiple Exposure pada kamera EOS 5D Mark III bahkan memungkinkan fotografer untuk menentukan gambar RAW yang diambil sebelumnya sebagai titik awal untuk eksposur pada komposit, atau memotret secara terus menerus saat memotret objek bergerak.

Comparative Playback
Sebuah fitur baru yang hanya ada pada Sistem EOS 5D Mark pada III adalah Comparative Playback (Perbandingan  Playback) memungkinkan fotografer untuk menampilkan dua sisi gambar dengan sisi pada 3,2 inci layar LCD kamera. Gambar dapat ditampilkan dengan histogram untuk memeriksa tingkat eksposur, atau diperbesar untuk memeriksa fokus atau ekspresi wajah.

Durabilitas, Keandalan dan Fitur Lainnya
EOS 5D Mark III dilengkapi dengan bodi kamera yang tangguh dengan penutup tubuh magnesium alloy dan stainless steel lensa mount. Kamera baru ini juga memiliki desain yang tahan akan debu dan kelembaban dengan baik dan gasket segel. Meskipun tidak begitu tahan cuaca seperti kamera EOS-1D-series, EOS 5D Mark III melakukan perbaikan untuk fitur cuaca lebih baik dibandingkan model 5D EOS Mark II. Shutter unit baru dikembangkan EOS 5D Mark III memiliki rating daya tahan 150.000 eksposur, dan waktu shutter release lag telah berkurang hingga 59 milidetik, membuat tombol rana sangat responsif. Penguncian tombol mode Canon tetap  standar pada model baru sekalipun dan memiliki fungsi untuk mematikan kamera scera cepat untuk mencegah pengoperasian yang tidak disengaja.
EOS 5D Mark III menggunakan baterai LP-E6 lithium-ion sama seperti kamera EOS lainnya seperti 5D Mark II, 7D dan 60D. Baterai ini diperkirakan sebesar 950 eksposur pada suhu normal, lbih besar 100 eksposur dari EOS 5D Mark II. Body EOS 5D Mark III memiliki berat sekitar 33,5 ons. dengan baterai terpasang, dan dimensi sekitar 6,0 x 4,6 x 3,0 inci.
EOS 5D Mark III menggabungkan mode pemotretan Diam, tersedia untuk kecepatan rendah pengambilan gambar terus menerus serta eksposur tunggal. Fitur ini sangat ideal saat memotret di lingkungan yang tenang. Untuk manajemen file lebih baik terutama ketika bekerja dengan beberapa kamera, model baru juga mendukung nama file kustom. Ada juga fitur image Peringkat baru yang memungkinkan fotografer memberikan peringkat pada foto mereka dari 1 sampai 5 bintang untuk membantu pengeditan secara cepat.
EOS 5D Mark III dilengkapi dengan layar LCD View II Clear 3,2 inci dengan resolusi 1.040.000 dot. Ini adalah layar yang sama yang digunakan oleh top-of-the-line EOS-1D X. optical viewfinder kamera telah ditingkatkan menjadi sekitar 100 persen cakupan, dan dilengkapi dengan layar Viewfinder Cerdas (Intelligent Viewfinder) dengan grid opsional. EOS 5D Mark III juga memiliki built-in Dual Axis Electronic Level yang dapat ditampilkan pada kedua layar LCD dan viewfinder optik.
Tempat penyimpanan pada EOS 5D Mark III dapat memakai Tipe Compact Flash 1 dan SD / SDHC / SDXC memory card dengan konfigurasi slot kartu ganda. Tiga metode rekaman yang didukung: Record the same data to both cards, record different file sizes or types to each card, atau automatically switch to the second card when the first card is ful.
 

tampak Atas Canon 5D Mark III
 Aksesoris
EOS 5D Mark III DSLR juga memiliki sejumlah aksesori opsional baru, termasuk Canon Wireless File Transmitter WFT-E7A terbaru yang menampilkan dukungan LAN nirkabel untuk 802.11 a / protokol sinyal b / g / n untuk berbagai lingkungan jaringan. WFT-E7A terhubung ke kamera melalui port USB dan termasuk built-in koneksi gigabit Ethernet, waktu sinkronisasi untuk beberapa kamera pada jaringan yang sama, FTP mode, modus EOS Utility, modus WFT Server dan modus Media Server. Dengan model baru WFT, profesional dapat menyinkronkan jam pada beberapa kamera dan menggunakan unit linked untuk mendukung pengambilan gambar ketika menggunakan beberapa kamera. Selain itu, Bluetooth yang kompatibel dengan peralatan dapat dengan mudah dihubungkan ke perangkat juga.
EOS 5D Mark III juga memiliki Canon opsional GPS Receiver GP-E2, yang dapat dihubungkan ke kamera melalui shoe aksesori atau kabel USB. Dengan fungsi logging GPS built-in, GP-E2 akan me-log lintang, bujur, ketinggian, dan Kode Universal Time – dan bisa dilihat dari gerakan kamera pada PC setelah pemotretan. Dengan built-in kompas, penerima GP-E2 juga akan mencatat arah kamera saat pengambilan gambar, bahkan pada saat pengambilan gambar secara vertikal. Canon GPS Receiver GP-E2 kompatibel dengan EOS-1D X dan EOS 7Di serta EOS 5D Mark III.
Baterai Grip BG-E11 adalah aksesori opsional untuk EOS 5D Mark III yang menerima satu atau dua kemasan baterai lithium-ion LP-E6 atau satu set enam baterai AA. pegangan terbaru Ini memiliki multicontroller dan multifungsi (M.Fn) tombol bersama-sama dengan set lengkap kontrol pegangan untuk operasi mudah saat pengambilan gambar potret atau foto format vertikal. BG-E11 terbuat dari magnesium alloy yang kokoh dan memiliki derajat yang sama tahan cuaca sebagai EOS 5D Mark III.

Spesifikasi Canon EOS 5D Mark III | Review dan Harga
Harga Rp 29.890.000 (Body only)
EOS 5D Mark III Kit 24-105mm L IS  harga Rp. 36,710,000

Detail Specifications
FiturNewly designed 22.3 Megapixel full-frame CMOS sensor, 14-bit A/D conversion, wide range ISO setting 100-25600 (L:50, H1: 51200, H2: 102400) for shooting from bright to dim light and next generation DIGIC 5+ Image Processor for enhanced noise reduction and exceptional processing speed.
New 61-Point High Density Reticular AF including up to 41 cross-type AF points with f/4.0 lens support and 5 dual diagonal AF points (sensitive to f/2.8).
iFCL Metering with 63 zone dual-layer metering sensor that utilizes AF and color information for optimizing exposure and image quality.
EOS HD Video with manual exposure control and multiple frame rates (1080: 30p (29.97) / 24p (23.976) / 25p, 720: 60p (59.94) / 50p, 480: 30p (29.97) / 25p with 4 GB automatic file partitioning (continuous recording time 29 minutes 59 seconds), selectable "All i-frame" or IPB compressions, embedded timecode, manual audio level control while recording, and headphone terminal.
Outstanding shooting performance: up to 6.0 fps continuous shooting using a UDMA CF card.
Magnesium-alloy body with shutter durability tested up to 150,000 cycles, enhanced dust-and-weather resistance, and updated EOS Integrated Cleaning system for improved vibration-based dust removal.
Intelligent Viewfinder with superimposed LCD display with approximately 100% field of view, wide viewing angle of 34.1°, and 0.71x magnification.
3.2-inch Clear View II LCD monitor, 170° viewing angle, 1,040,000-dot VGA, reflection resistance with multi coating and high-transparency materials for bright and clear viewing.
High Dynamic Range (HDR) and Multiple Exposure modes expand creative possibilities.
Improved handling with the addition of new customizable controls, enhanced recording options with Dual Card Slots for CF and SD cards, Dual Axis Electronic Level, and compatibility with optional Canon Wireless File Transmitter and GPS Receiver.
Brilliant Sensor, Supercharged Processors.
22.3 Megapixel full-frame CMOS sensor
14-bit A/D conversion, wide range ISO setting 100-25600 (L: 50, H1: 51200, H2: 102400)
DIGIC 5+ Image Processor for enhanced noise reduction and blazing processing speed
ModelFull Frame Digital SLR
Max. Resolusi Gambar23.4 megapixels
SensorHigh-sensitivity, high-resolution, large single-plate CMOS sensor
Dust Reduction SystemYes
Ukuran GambarJPEG
Large : Approx. 22.10 Megapixels (5760x3840)
Medium : Approx. 9.80 Megapixels (3840x2560)
S1 (Small 1): Approx. 5.50 Megapixels (2880x1920)
S2 (Small 2): Approx. 2.50 Megapixels (1920x1280)
S3 (Small 3): Approx. 350,000 Pixels (720x480)
RAW (14-bit Canon Original)
Approx. 22.10 Megapixels (5760 x 3840)
M-RAW
Approx. 10.50 Megapixels (3960 x 2640)
S-RAW
Approx. 5.50 Megapixels (2880 x 1920) Exact file sizes depend on the subject, ISO speed, Picture Style, etc.
RAW+JPEG
M-RAW+JPEG
S-RAW+JPEG
Format GambarApprox. 36 mm x 24mm (35mm Full-frame)
Video Recording1920 x 1080 (Full HD), 1280 x 720 and 640 x 480
Format VideoMPEG-4 AVC / H.264
Lens MountCanon EF mount
Ragam Auto FokusTTL secondary image - registration, phase detection
Autofocus (One-Shot AF)
Live mode
One-point, contrast AF. Switching to another AF point possible.
Face detection Live mode
Face detection, contrast AF. Face selectable.
Quick mode
61-point, phase-difference AF, same as normal shooting.
Manual focus
Magnify the image by 5x or 10x and focus manually.
AF Points
61-point (up to 41 cross-type points)
AF Working Range
EV -2 - 18 (at 73°F/23°C and ISO 100)
AF Point Selection
Single-point AF (Manual selection)
Auto selection 61-Point AF
Single-point Spot AF (Manual selection)
AF point expansion (Manual selection, 4 points: Up, down, left, and right)
AF point expansion (Manual selection, surrounding 8 points)
Zone AF (Manual zone selection)
Selected AF Point Display
Displayed in viewfinder with transparent LCD and on LCD panel
Active AF Point Indicator
AF area used in horizontal/vertical (grip up or down) shooting and the manually-selected AF point position can be set separately
Sistem MeteringReal-time Evaluative metering with the image sensor
AE Lock and AE BracketingAE lock possible
Exposure CompensationUp to ±3 stops in 1/3-stop increments
For movies, even if exposure compensation has been set beyond ±3 stops, exposure compensation up to only ±3 stops will be applied.
For still photos, exposure compensation up to ±5 stops can be applied.
ISO SensitivityP, Av, and Bulb :
Automatically set within ISO 100 - 12800, expandable to H (equivalent to ISO 25600)
A+ and Tv :
Automatically set within ISO 100 - 12800
M :
Auto ISO (automatically set within ISO 100 - 12800), ISO 100 - 12800 set manually (in 1/3- or whole-stop increments), expandable to H (equivalent to ISO 16000/20000/25600)
If Highlight tone priority is set to enable, the settable ISO speed range will be ISO 200 - 12800.
Shutter1/8000 to 1/60 sec., X-sync at 1/200 sec.
1/8000 to 30 sec., bulb (Total shutter speed range. Available range varies by shooting mode.)
White BalanceAuto white balance with the image sensor
ViewfinderType
Eye-level pentaprism
Coverage
Approx. 100% vertically and horizontally (At approx. 21mm eyepoint)
Magnification
Approx. 0.71x / Angle of view 34.1° (with 50mm lens at infinity, -1 m-1 (dpt))
Eye Point
Approx. 21mm (At -1m-1 from the eyepiece lens center)
Dioptric Adjustment Correction
-3.0 to +1.0m-1 (diopter)
Focusing Screen
Fixed
Mirror
Quick-return half mirror (transmission: reflectance ratio of 40:60)
LCD MonitorType
TFT color, liquid-crystal monitor
Monitor Size
3.2-inches
Pixels
Approx. 1.04 million dots
Coverage
Approx. 100%
Approx. 170° vertically and horizontally
External FlashThe camera can set the following with Speedlite 600EX-RT, 580EX II, 430EX II, 320EX, 270EX II, or 270EX :
External flash control :
Flash mode, sync setting, FEB (not possible with 270EX II/270EX), flash exposure compensation, E-TTL II, zoom, wireless master flash (not possible with 430EX II/ 270EX), and clear settings
With the Speedlite 600EX-RT, radio wireless control is possible
Flash Custom Function setting
PlaybackDisplay Format
Single image, Single image + Image-recording quality/shooting information, histogram, 4- or 9-image index, magnified view (approx. 1.5x-10x), rotated image (auto/manual), image jump (by 10/100 images, index screen, by shooting date, by folder), two-image comparative display, slide show (all images/selected by date/folder), star rating
Highlight Alert
With single-image display (Info.) and single-image display, overexposed highlight areas will blink
Media PenyimpananSDXC Memory Cards
UDMA CF cards
SD
SDHC
SDXC
Sumber DayaBattery
One Battery Pack LP-E6
AC power can be supplied with the AC Adapter Kit ACK-E6
DimensiApprox. 6.0 x 4.6 x 3.0 in. (152.0 x 116.4 x 76.4 mm )
BeratApprox. 33.5 oz. / 950g (Based on CIPA standards)
Approx. 30.3 oz./ 860g (Body only)
GaransiGaransi Distributor Resmi 1 Tahun

diambil dari beberapa sumber : wedding magazine, dan toko online

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan terkait dengan info terbaru dan update mengenai Spesifikasi Canon EOS 5D Mark III | Review dan Harga, Semoga yang telah kami sampaikan diatas bermanfaat untuk anda yang saat ini sedang mencari review tentang kamera canon EOS 5D mark III, dan juga harga kamera EOS 5D mark III. terimakasih atas kunjugan anda.

CARA MENGHEMAT BATERAI KAMERA DLSR

Saat sedang hunting foto, Anda dihadapkan pada masalah baterai yang sudah minim. Bagi yang sudah profesional mungkin tidak mengalami kesulitan karena kebanyakan mereka menempatkan baterai grip tamabahan pada kamera. Namun bagi yang tidak memilikinya, bagaimana? Apakah ada tips menghemat baterai kamera khususnya DSLR?

Di saat Anda sedang tidak memiliki akses untuk melakukan pengisian ulang baterai padahal kegiatan pemotretan atau hunting masih berlangsung lama, satu-satunya cara untuk menghemat baterai kamera DSLR adalah dengan melakukan berbagai langkah dalam teknis pemotretan itu sendiri. Umumnya cara tersebut adalah dengan mematikan atau menonaktifkan berbagai fitur yang dimiliki kamera DSLR. Kamera DSLR memang memiliki fitur yang apabila dihidupkan akan memakan daya baterai secara signifikan. Jika Anda tidak menggunakan fitur yang berkaitan tersebut maka itulah yang menjadi cara untuk menghemat baterai kamera. Mungkin ceritanya akan berbeda jika kamera Anda memiliki teknologi panel surya, meskipun agaknya teknologi ini tidak tersedia pada merek kamera manapun.  Berikut ini adalah beberapa langkah dan tips menghemat baterai kamera DSLR yang tentunya cukup mudah dipraktekan.

Minimalisir penggunaan layar LCD kamera
Mungkin penggunaan layar LCD adalah salah satu hal yang memakan daya baterai cukup besar. Untungnya DSLR memiliki viewfinder yang bisa digunakan untuk memotret, dan rasanya tidak perlu menyalakan fitur live view disaat baterai sedang ‘sekarat’. Selain itu, Anda tidak perlu sering mengecek hasil foto karena itu hanya dapat dilakukan dengan menyalakan layar LCD kamera. Sayangnya, hal ini tidak berlaku pada kamera poket dan sejenisnya yang selalu menggunakan layar LCD saat memotret lantaran tidak adanya viewfinder. Namun hal ini bisa disiasati dengan cara mematikan auto review, bisa Anda lakukan pada menu pengaturan.

Tombol On hanya dipakai saat memotret saja
Kadang kali pengguna kamera DSLR lupa untuk memindahkan tuas On ke Off setelah selesai memotret. Padahal ini dapat dimanfaatkan untuk menghemat baterai kamera. Lakukan langkah ini meskipun Anda baru memotret satu foto saja.

Manual fokus lebih menghemat baterai dibandingkan Auto fokus
Sistem Auto fokus adalah Sistem pada kamera maupun pada lensa, atau juga kombinasi kamera dan lensa dimana ketepatan fokusnya ditentukan oleh sebuah alat elektronik dan motor. Tentu saja penggunaan fitur ini harus didukung dengan daya baterai. Jika Anda sedang menginginkan pengiritan baterai, segera matikan fitur Auto fokus dan gunakan Manual fokus. Pada kebanyakan kamera DSLR konversi ini dapat dilakukan dengan tuas yang tersedia pada lensa A/M. Memang dirasa ada teknik khusus dalam menggunakan manual fokus, dan ini cukup membuat kesulitan bagi para pemula. Namun setidaknya Anda bisa belajar manul fokus karena situasi ini.

Matikan fitur stabilizer VR, IS atau OS pada lensa
Fitur stabilizer yang dikenal dengan istilah VR (Nikon), IS (Canon) dan OS (Sigma) memang cukup membantu, terutama untuk mengurangi getaran karena kurang kuatnya tangan pada saat mengambil gambar. Namun tahukah Anda bahwa ternyata fitur ini memakan banyak energi baterai karena harus menggerakkan elemen-elemen didalam lensa untuk melawan shake pada hasil foto. Keuntungan jika mematikan fitur stabilizer ini baik IS atau VR, Anda bisa memperpanjang konsumsi baterai hingga 20%. Kekurangannya jika stabilizer di nonaktifkan, Anda harus bekerja keras agar kamera tidak terlalu goncang.

Minimalisir penggunaan Flash
Semua orang pun tahu bahwa pemakaian Built in Flash sangat membuat boros baterai kamera. Salah satu cara untuk menghemat baterai kamera tentunya adalah meminimalisir penggunaan fasilitas Flash. Gunakan saja Flash jika memang sangat diperlukan. Sebagai gantinya Anda bisa memanfaatkan fitur kepekaan cahaya ISO. Anda bisa naikan angka ISO tersebut meskipun pada besaran angka tertentu akan ada gangguan noise.

Jangan gunakan fitur fitur Sensor Cleaning
Meski tidak semua, namun ada beberapa produk DSLR yang memiliki fitur Sensor Cleaning. Fitur ini akan tetap menyala jika Anda menggunakan kamera. Sayangnya, fitur ini juga memakan energi baterai meskipun tidak lebih besar dengan penggunaan fitur lain di atas. Namun jika dimatikan, lumayan untuk menghemat baterai.

Gunakan fitur Power Saving jika ada
Kebanyakan kamera digital modern saat ini sudah didukung fitur Power Savingm, meski tidak semua. Fitur ini dapat melakukan berbagai cara guna meminimalisir penggunaan energi baterai. Anda bisa menemukan pada menu pengaturan.

Jangan sembarangan memotret
Cara untuk menghemat baterai kamera yang terakhir adalah jangan sembarangan memotret. Maksudnya adalah Anda harus lebih selektif dalam memotret, pikir dahulu apa itu momen penting atau tidak penting. Jika  kondisi baterai sedang full tidak masalah jika ingin memotret sesuka hati, namun hal itu tidak berlaku ketika baterai Anda sedang ‘sekarat’. (paseban)

MENGENAL APERTURE DAN DEPTH OF FIELD

Setiap kali berbicara tentang fotografi dan kamera, kata-kata aperture serta depth of field akan sering sekali keluar. Nah dalam artikel ini belfot akan mencoba membantu anda memahami aperture dan depth of field sehingga cukup jelas bagi pemula.

Definisi aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto.

Saat kita memencet tombol shutter, lubang di depan sensor kamera kita akan membuka, nah setting aperture-lah yang menentukan seberapa besar lubang ini terbuka. Semakin besar lubang terbuka, makin banyak jumlah cahaya yang akan masuk terbaca oleh sensor.

Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Sering kita membaca istilah bukaan/aperture 5.6, dalam bahasa fotografi yang lebih resmi bisa dinyatakan sebagai f/5.6. Seperti diungkap diatas, fungsi utama aperture adalah sebagai pengendali seberapa besar lubang didepan sensor terbuka. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil lubang terbuka.

Jadi dalam kenyataannya, setting aperture f/2.8 berarti bukaan yang jauh lebih besar dibandingkaan setting f/22 misalnya (anda akan sering menemukan istilah fully open jika mendengar obrolan fotografer). Jadi bukaan lebar berarti makin kecil angka f-nya dan bukaan sempit berarti makin besar angka f-nya.
Memahami Depth of Field

Depth of field – DOF, adalah ukuran seberapa jauh bidang fokus dalam foto. Depth of Field (DOF) yang lebar berarti sebagian besar obyek foto (dari obyek terdekat dari kamera sampai obyek terjauh) akan terlihat tajam dan fokus. Sementara DOF yang sempit (shallow) berarti hanya bagian obyek pada titik tertentu saja yang tajam sementara sisanya akan blur/ tidak fokus.


Untuk mendapatkan DOF yang lebar gunakan setting aperture yang kecil, misalkan f-22 (makin kecil aperture makin luas jarak fokus) – lihat contoh foto diatas. Sementara untuk mendapat DOF yang sempit, gunakan aperture sebesar mungkin, misal f/2.8 – lihat contoh foto dibawah.


Konsep Depth of Field ini akan banyak berguna terutama dalam fotografi portrait dan fotografi makro, namun sebenarnya semua spesialisasi akan membutuhkannya.(belfot)
 
Copyright © 2012 FotoPalembang.com - All rights reserved
Email: palembangvip@yahoo.com
View Imagine Productions | Profesional Team
Best Viewed Google Chrome